Harap Tunggu ....

Change Color

Sepuluh mahasiswa Universitas Jember yang tergabung dalam kelompok 330 peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) “Unej Membangun Desa” berhasil menjadi pelopor pemanfaatan limbah ternak sebagai bahan baku biogas di Desa Tamanan, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso. Hal tersebut dapat dilakukan setelah mereka melakukan survei berbagai macam potensi dan permasalahan ditemukan di Desa Tamanan.

Potensi Desa Tamanan yang ditemukan berupa produksi tahu, sanggar Batik Magenda, serta sebagian besar pekerjaan warga yang mayoritas sebagai petani dan peternak. Namun, di antara potensi yang ada, terdapat juga permasalahan yang muncul. Menurut keterangan Kepala Desa Tamanan, masih banyak peternak yang membuang limbah kotoran ternak secara langsung ke tanah. Umumnya, limbah kotoran ternak di Desa Tamanan hanya untuk dijadikan pupuk kompos, tetapi ada juga yang membuang kotoran sapi ke tanah secara langsung. Sehingga, hal tersebut dapat menimbulkan penurunan kualitas tanah.

“Selama ini limbah kotorannya langsung di tampung menggunakan karung, kemudian ada orang yang membawa langsung ditaruh di lahan, tidak pernah diolah,” ujar Yusuf, salah satu peternak sapi di Desa Tamanan saat disurvei di kediamannya (25/7/2022) pagi.

Dari permasalahan tersebut, mahasiswa kelompok 330 KKN “Unej Membangun Desa” yang terdiri dari Daniel Purnomo, Khadijah F.N.M.E, M. Alif Rachman, Adinda Rahma Naila, Adinda Febriyanti, Gilang Lintang B., Silve Samro’atul, Natisha Revi R., M. Faizal Salim, Nonny Faizatur R. ini melihat potensi yang dapat dimanfaatkan dari limbah kotoran ternak tersebut. Limbah kotoran sapi dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan biogas. Sasaran pemanfaatan biogas adalah para peternak yang terdapat di Desa Tamanan. Selain untuk mengurangi pembuangan limbah secara langsung dan cuma-cuma, biogas yang dihasilkan dari pemanfaatan limbah sebagai bahan baku juga dapat menjadi alternatif pengganti LPG yang seringkali langka. Sebab, menurut keterangan dari warga setempat, utamanya ketika hari raya, LPG di Desa Tamanan seringkali langka keberadaannya. Sehingga, warga kesulitan mencari LPG dan harus mencari sampai ke desa lain.

Proses pembuatan biogas ini cukup sederhana. Langkah pertama yakni mencampurkan kotoran sapi dengan air, atau dengan limbah urin sapi akan lebih baik. Campuran kotoran sapi dan air tersebut kemudian diaduk hingga halus dan tidak bertekstur keras. Hasil limbah kotoran sapi yang telah diaduk kemudian ditampung dalam sebuah wadah, lalu didiamkan selama satu sampai dua hari sampai muncul gas dari limbah kotoran sapi tersebut.

“Pembuatan Biogas ini sebenarnya sangat sederhana, tidak ada yang istimewa. Hanya limbah kotorannya saja dicampur dengan air kemudian didiamkan begitu, nanti gas tersebut bisa keluar sendiri dan bisa langsung digunakan,” terang Yunus, mantan penanggung jawab Kecamatan Tamanan, yang sudah berpengalaman dalam membuat biogas.

Wadah yang digunakan untuk menampung limbah kotoran sapi ini haruslah kuat dan mempunyai saluran untuk membuang sisa limbah kotoran yang sudah tidak terpakai serta saluran untuk tempat keluarnya gas. Mahasiswa KKN kelompok 330 Tamanan telah mendesain instalasi sederhana yang dapat digunakan untuk skala rumah tangga.

Menurut M. Faizal Salim, koordinator desa (sebutan untuk ketua kelompok KKN “Unej Membangun Desa”), indikator keberhasilan dari program pemanfaatan biogas ini ialah penggunaan biogas secara berkelanjutan, baik untuk peternak maupun warga sekitar desa Tamanan.

“Selain  untuk sumber energi alternatif, pembuatannya yang mudah dan sederhana, biogas juga dapat menghemat pengeluaran warga agar tidak perlu membeli LPG dan beralih secara perlahan memanfaatkan biogas,” paparnya.

Keterangan dari Hendrik Adi Purnawan, Kepala Desa Tamanan, sebelumnya belum ada mahasiswa KKN yang mengajukan program penggunan biogas. Sehingga, ide ini disambut baik olehnya. Sebab, program ini merupakan sebuah inovasi dalam pengelolaan limbah kotoran ternak, juga sebagai upaya untuk mendukung pembuatan dan pemakaian “energi hijau”.

“Semoga dengan adanya instalasi biogas yang telah dibuat dan disusun oleh mahasiswa ini nantinya dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar secara luas, bukan hanya peternaknya saja” pungkasnya.

Kegiatan KKN “Unej Membangun Desa” tahun 2022 diselenggarakan kembali secara luring, setelah sebelumnya tiga kali tidak dilaksanakan secara luring. Kegiatan KKN berlangsung selama 35 Hari masa penerjunan, mulai 20 Juli sampai 23 Agustus 2022.

Ada pertanyaan silahkan hubungi kami

Hubungi Kami di (0000) 000 000